Wednesday, December 25, 2013

Aturan Desain Kenegaraan

Sebelumnya saya telah menjelaskan tentang apa itu desain, warna, tata cara pemilihannya dan juga pengaruhnya terhadap kehidupan. Kali ini masih seputar dunia desain, saya akan menjelaskan aturannya dalam sebuah negara.

Setiap Negara pasti memiliki aturan tersendiri dalam hal pembuatan desain, namun yang pasti dalam pembuatan sebuah desain, desain tersebut harus original atau setidaknya tidak melanggar hak cipta, tidak boleh sampai bersifat menyindir suatu ras, agama, atau yang dapat membuat pihak lain merasa sakit hati, dan usahakan desain tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat tanpa mengandung usur-unsur yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Langsung ke contohnya saja, adalah desain bungkus rokok. Hampir semua desain bungkus rokok di tiap negara memiliki kesamaan, seperti berisi peringatan tentang bahaya merokok baik dalam bentuk tulisan ataupun gambar. Sebagai contoh saya ambil tiga negara, yaitu Indonesia, Australia, dan Thailand.

Indonesia

Di Indonesia pembuatan desain sebuah bungkus rokok hanya mencamtumkan tentang peringatan kesehatan atau bahaya dari penggunaan rokok. Namun kini mulai diatur menurut beberapa peraturan pemerintah.

Dari blog kawan saya, lengkapnya seperti ini :
"Permenkes No 28 Tahun 2013 membatasi iklan, promosi, dan sponsorsip rokok. Pembatasan iklan akan dilakukan di seluruh media cetak maupun elektronik. Pembatasan iklan rokok secara umum sebenarnya sudah diatur dalam PP 109/2012. Pada peraturan ini dalam bungkus rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan, minimal 10% dari total durasi iklan atau 15% dari total luas iklan.
Iklan juga tidak boleh menampilkan wujud rokok, mencantumkan nama produk sebagai rokok, menyarankan rokok, menggunakan kalimat menyesatkan, menampilkan anak, remaja, wanita hamil, atau tokoh kartun. Iklan rokok juga harus mencantumkan 18+ sebagai usia yang pantas untuk merokok. Untuk televisi penayangan iklannya dibatasi hanya pukul 21.30 sampai lima pagi. Sedangkan untuk media teknologi informasi, aksesnya hanya untuk usia di atas 18 tahun."

Adapun sebuah artikel yang mengatakan :
"Peraturan Pemerintah (PP) No.109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan melarang produsen rokok mencantumkan kata "Light", "Ultra Light", "Mild", dan "Extra Mild" pada produk.

Menurut ketentuan dalam Pasal 24 PP tersebut, produsen rokok juga dilarang menggunakan kata "Low Tar", "Slim", "Special", "Full Flavour", "Premium" dan kata lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama."

Thailand

Di Thailand penjualan produk rokok dibatasi secara tegas, bahkan pada desain bungkusnya menggunakan gambar-gambar mengerikan, dampak yang dapat ditimbulkan oleh rokok. Contoh dari dari desain bungkus rokok di Thailand :
 


Australia

Australia mengeluarkan peraturan unik bagi perusahaan produsen rokok dan perokok aktif. Salah satunya adalah pada desain bungkus rokok tersebut dilarang menunjukan merk, logo, desain, atau warna perusahaan rokok. Bungkus rokok akan dihias seragam, dengan menampilkan gambar daun zaitun hijau, dan warna seperti hijau lumut. Gambar dan peringatan bahaya merokok menempati 75 persen dari bungkus rokok di bagian atas, depan, maupun belakang. Sedangkan merk dan varian rokok ditulis dengan huruf kecil di bagian bawah. Selain itu, foto-foto menunjukkan akibat dari  merokok juga akan disebar di tempat umum.



Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !


Dari :
http://ananda-syaifullah.blogspot.com

http://creativeradit.blogspot.com

http://indonesian.irib.ir

http://health.liputan6.com

Gambar dari :
http://stat.ks.kidsklik.com
http://www.relevansokmo.com

Wednesday, December 18, 2013

Pengaruh Sosial Desain Berdasarkan Usia

Menyambung dari postingan sebelumnya, dan lagi-lagi masih soal desain, warna dan sekitarnya, kali ini saya akan membahas tentang "pengaruh sosial desain berdasarkan usia", baik itu anak-anak, remaja, ataupun orang tua.

Apa itu Sosial Desain ?

Sosial Desain dalam dunia desain dapat diartikan sebagai desain dalam arti pembentukan produk dan jasa. Sedangkan dalam dunia sosial, merupakan penciptaan realitas sosial, desain dari dunia sosial.

Pengaruhnya dengan Usia ?

Setiap desain yang dibuat pastilah memiliki maksud dan tujuan tersendiri, seperti pesan apa yang ingin disampaikan, atau kepada siapa pesan itu ditargetkan, jadi kita tidak bisa sembarangan dalam membuat desain.
Nah, yang akan saya bahas lebih jauh lagi adalah tentang kepada siapa pesan itu ditargetkan. Karena pengguna dari sosial desain itu sendiri beragam, maka untuk lebih mudahnya kita bagi berdasarkan usia. Karena berdasarkan usia, jadi targetnya kita bagi lagi menjadi anak-anak, remaja, dan orangtua. Berikut pembahasannya, pengaruhnya dan sedikit contoh-contohnya :

Target Pertama : Anak-anak
Usia sekitar 5-12 tahun. Pada usia tersebut, seseorang lebih suka dengan hal-hal yang sederhana, berbau imajinasi, warna-warna cerah dan bentuk-bentuk atau karakter yang lucu. Gunakan jenis, ukuran, dan warna font yang unik agar anak-anak tertarik, tidak cepat bosan membacanya, dan juga dapat menumbuhkan minat baca anak sedari dini.
Contohnya adalah buku cerita atau buku bacaan anak. Kebanyakan buku bacaan yang dibuat untuk anak-anak berisi lebih banyak gambar daripada tulisannya, serta dengan penggunaan warna-warna cerah yang mencolok dan menarik bagi mereka. Tulisannya pun dibuat dengan jenis font yang lucu, tidak kaku, dengan ukuran yang relatif besar. Materi yang disampaikan-pun masih sekitar dunia dongeng, cerita fabel, cerita rakyat dan semacamnya yang berguna untuk meningkatkan imajinasi ank tersebut.

Target Kedua : Remaja
Usia sekitar 12-22 tahun. Pada usia tersebut, seseorang lebih suka dengan hal-hal yang simpel, tidak terlalu berlebih dalam hal gambar dan warna. Karena tingkat pengelihatan pada usia ini masih relatif bagus, jadi tidak terlalu masalah dengan jenis atau ukuran font yang digunakan, namun untuk menghindari kebosanan saat membacanya, gunakan sedikit gambar-gambar yang menarik untuk membantu imajinasi.
Contohnya adalah novel. Sebagian remaja yang gemar membaca biasanya lebih memilih novel sebagai buku bacaanya, walaupun melibatkan sedikit gambar, tapi cerita dalam novel tersebut dapat meningkatkan imajinasi dan tatacara penulisan serta penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Target Ketiga : Orang Tua
Usia mulai dari 22 tahun dan seterusnya. Pada usia tersebut, seseorang lebih suka dengan hal-hal yang simpel dan sederhana, tidak bertele-tele dan langsung kepada pembahasan inti masalah, juga hal-hal yang berbau tentang kenyataan atau masalah-masalah sosial yang terjadi. Pemilihan warna atau desain tidak terlalu dipedulikan selama warna dan desain tersebut dapat dimengerti. Karena tingkat pengelihatan yang sudah mulai berkurang, maka gunakanlah jenis dan ukuran font yang standar, simpel, jelas, dan agak besar agar mudah dibaca.
Contohnya adalah koran. Walaupun terkesan banyak tulisan, namun materi dan gambar yang disajikan di koran adalah kenyataan. Hal ini disukai oleh orang tua karena mereka bisa tetap tahu tentang perkembangan zaman dan hal-hal yang terjadi di sekitar hanya dengan membaca saja.

Jadi kesimpulannya, untuk membuat sebuah desain, kita harus tahu dulu untuk siapa desain tersebut ditargetkan.

Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !
Terinspirasi dari :

Gambar dari :

Penggunaan Desain dan Warna serta Efek Sosial yang Ditimbulkan




Masih membahas tentang desain grafis, pemilihan warna, dan sekitarnya. Kali ini saya akan membahas tentang "penggunaan desain dan warna serta efek sosial yang ditimbulkan".
Sebelumnya saya telah menjelaskan pengertian tentang desain grafis dan warna. Desain dan warna memang saling berhubungan, sebuah desain biasanya disertai dengan warna, begitu pula sebaliknya, karena sebuah desain tanpa warna hanya akan menjadi desain biasa dengan berbagai kekurangan.


Lalu dampak / efek sosial apa yang ditimbulkan?

Contoh, pemilihan sebuah desain dapat membedakan selera dan derajat bagi sebagian orang. Orang yang memiliki banyak uang, biasanya cenderung membeli suatu benda berdasarkan kualitasnya, dan kualitas yang saya maksud disini adalah tingkat keindahan atau desain dari benda tersebut. Misalkan saja sebuah rumah, ruangan, kendaraan, aksesoris, mainan ataupun pakaian dengan desain yang biasa atau sederhana, namun dengan penggunaan warna yang tepat, akan menaikkan harga jual, kualitas dan nilai seni atau keindahan dari barang-barang tersebut. Singkatnya, semakin bagus desainnya,  maka semakin mahal pula harganya.



Contoh lainnya yaitu desain sebuah logo, misalnya ada seseorang yang menggunakan logo atau lambang salah satu klub sepakbola di jaketnya, maka orang lain yang melihatnya akan berpikir bahwa orang itu adalah pendukung dari klub sepakbola tersebut.

Kemudian contoh penggunaan warna. Penggunaan warna yang tepat dapat menimbulkan efek tersendiri, misalnya saja ada sebuah toko mainan anak-anak, namun toko tersebut menggunakan warna hitam yang identik dengan hal mistis dan menyeramkan, maka tidak akan ada anak-anak yang mau masuk ke toko mainan tersebut.

Contoh lainnya lagi adalah sebuah desain mobil yang terlihat sporty, namun karena warnanya terlalu cerah dan banyak perpaduan warna, mobil tersebut justru akan terlihat "norak" dan mengganggu pemandangan, atau bahkan membuat si pemilik dianggap memiliki selera yang buruk. Atau sebaliknya, mobil dengan warna yang terbilang standar, namun memiliki desain yang elegan, maka mobil tersebut dapat terkesan mewah,  dan membuat pemiliknya dianggap orang yang "berada".

Dari beberapa contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan desain dan warna memiliki efek sosial yang bervariasi baik bagi individu maupun kelompok, tergantung dari cara pandang perseorangan. Untuk itu  kita harus lebih teliti dalam memilih sebuah desain dan warna yang akan digunakan, agar desain dan warna yang kita gunakan dapat tersampaikan secara benar dan dapat diterima oleh orang banyak.


Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !


Terinspirasi dari :



Gambar dari :