Wednesday, December 25, 2013

Aturan Desain Kenegaraan

Sebelumnya saya telah menjelaskan tentang apa itu desain, warna, tata cara pemilihannya dan juga pengaruhnya terhadap kehidupan. Kali ini masih seputar dunia desain, saya akan menjelaskan aturannya dalam sebuah negara.

Setiap Negara pasti memiliki aturan tersendiri dalam hal pembuatan desain, namun yang pasti dalam pembuatan sebuah desain, desain tersebut harus original atau setidaknya tidak melanggar hak cipta, tidak boleh sampai bersifat menyindir suatu ras, agama, atau yang dapat membuat pihak lain merasa sakit hati, dan usahakan desain tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat tanpa mengandung usur-unsur yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Langsung ke contohnya saja, adalah desain bungkus rokok. Hampir semua desain bungkus rokok di tiap negara memiliki kesamaan, seperti berisi peringatan tentang bahaya merokok baik dalam bentuk tulisan ataupun gambar. Sebagai contoh saya ambil tiga negara, yaitu Indonesia, Australia, dan Thailand.

Indonesia

Di Indonesia pembuatan desain sebuah bungkus rokok hanya mencamtumkan tentang peringatan kesehatan atau bahaya dari penggunaan rokok. Namun kini mulai diatur menurut beberapa peraturan pemerintah.

Dari blog kawan saya, lengkapnya seperti ini :
"Permenkes No 28 Tahun 2013 membatasi iklan, promosi, dan sponsorsip rokok. Pembatasan iklan akan dilakukan di seluruh media cetak maupun elektronik. Pembatasan iklan rokok secara umum sebenarnya sudah diatur dalam PP 109/2012. Pada peraturan ini dalam bungkus rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan dalam bentuk gambar dan tulisan, minimal 10% dari total durasi iklan atau 15% dari total luas iklan.
Iklan juga tidak boleh menampilkan wujud rokok, mencantumkan nama produk sebagai rokok, menyarankan rokok, menggunakan kalimat menyesatkan, menampilkan anak, remaja, wanita hamil, atau tokoh kartun. Iklan rokok juga harus mencantumkan 18+ sebagai usia yang pantas untuk merokok. Untuk televisi penayangan iklannya dibatasi hanya pukul 21.30 sampai lima pagi. Sedangkan untuk media teknologi informasi, aksesnya hanya untuk usia di atas 18 tahun."

Adapun sebuah artikel yang mengatakan :
"Peraturan Pemerintah (PP) No.109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan melarang produsen rokok mencantumkan kata "Light", "Ultra Light", "Mild", dan "Extra Mild" pada produk.

Menurut ketentuan dalam Pasal 24 PP tersebut, produsen rokok juga dilarang menggunakan kata "Low Tar", "Slim", "Special", "Full Flavour", "Premium" dan kata lain yang mengindikasikan kualitas, superioritas, rasa aman, pencitraan, kepribadian, ataupun kata-kata dengan arti yang sama."

Thailand

Di Thailand penjualan produk rokok dibatasi secara tegas, bahkan pada desain bungkusnya menggunakan gambar-gambar mengerikan, dampak yang dapat ditimbulkan oleh rokok. Contoh dari dari desain bungkus rokok di Thailand :
 


Australia

Australia mengeluarkan peraturan unik bagi perusahaan produsen rokok dan perokok aktif. Salah satunya adalah pada desain bungkus rokok tersebut dilarang menunjukan merk, logo, desain, atau warna perusahaan rokok. Bungkus rokok akan dihias seragam, dengan menampilkan gambar daun zaitun hijau, dan warna seperti hijau lumut. Gambar dan peringatan bahaya merokok menempati 75 persen dari bungkus rokok di bagian atas, depan, maupun belakang. Sedangkan merk dan varian rokok ditulis dengan huruf kecil di bagian bawah. Selain itu, foto-foto menunjukkan akibat dari  merokok juga akan disebar di tempat umum.



Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !


Dari :
http://ananda-syaifullah.blogspot.com

http://creativeradit.blogspot.com

http://indonesian.irib.ir

http://health.liputan6.com

Gambar dari :
http://stat.ks.kidsklik.com
http://www.relevansokmo.com

Wednesday, December 18, 2013

Pengaruh Sosial Desain Berdasarkan Usia

Menyambung dari postingan sebelumnya, dan lagi-lagi masih soal desain, warna dan sekitarnya, kali ini saya akan membahas tentang "pengaruh sosial desain berdasarkan usia", baik itu anak-anak, remaja, ataupun orang tua.

Apa itu Sosial Desain ?

Sosial Desain dalam dunia desain dapat diartikan sebagai desain dalam arti pembentukan produk dan jasa. Sedangkan dalam dunia sosial, merupakan penciptaan realitas sosial, desain dari dunia sosial.

Pengaruhnya dengan Usia ?

Setiap desain yang dibuat pastilah memiliki maksud dan tujuan tersendiri, seperti pesan apa yang ingin disampaikan, atau kepada siapa pesan itu ditargetkan, jadi kita tidak bisa sembarangan dalam membuat desain.
Nah, yang akan saya bahas lebih jauh lagi adalah tentang kepada siapa pesan itu ditargetkan. Karena pengguna dari sosial desain itu sendiri beragam, maka untuk lebih mudahnya kita bagi berdasarkan usia. Karena berdasarkan usia, jadi targetnya kita bagi lagi menjadi anak-anak, remaja, dan orangtua. Berikut pembahasannya, pengaruhnya dan sedikit contoh-contohnya :

Target Pertama : Anak-anak
Usia sekitar 5-12 tahun. Pada usia tersebut, seseorang lebih suka dengan hal-hal yang sederhana, berbau imajinasi, warna-warna cerah dan bentuk-bentuk atau karakter yang lucu. Gunakan jenis, ukuran, dan warna font yang unik agar anak-anak tertarik, tidak cepat bosan membacanya, dan juga dapat menumbuhkan minat baca anak sedari dini.
Contohnya adalah buku cerita atau buku bacaan anak. Kebanyakan buku bacaan yang dibuat untuk anak-anak berisi lebih banyak gambar daripada tulisannya, serta dengan penggunaan warna-warna cerah yang mencolok dan menarik bagi mereka. Tulisannya pun dibuat dengan jenis font yang lucu, tidak kaku, dengan ukuran yang relatif besar. Materi yang disampaikan-pun masih sekitar dunia dongeng, cerita fabel, cerita rakyat dan semacamnya yang berguna untuk meningkatkan imajinasi ank tersebut.

Target Kedua : Remaja
Usia sekitar 12-22 tahun. Pada usia tersebut, seseorang lebih suka dengan hal-hal yang simpel, tidak terlalu berlebih dalam hal gambar dan warna. Karena tingkat pengelihatan pada usia ini masih relatif bagus, jadi tidak terlalu masalah dengan jenis atau ukuran font yang digunakan, namun untuk menghindari kebosanan saat membacanya, gunakan sedikit gambar-gambar yang menarik untuk membantu imajinasi.
Contohnya adalah novel. Sebagian remaja yang gemar membaca biasanya lebih memilih novel sebagai buku bacaanya, walaupun melibatkan sedikit gambar, tapi cerita dalam novel tersebut dapat meningkatkan imajinasi dan tatacara penulisan serta penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Target Ketiga : Orang Tua
Usia mulai dari 22 tahun dan seterusnya. Pada usia tersebut, seseorang lebih suka dengan hal-hal yang simpel dan sederhana, tidak bertele-tele dan langsung kepada pembahasan inti masalah, juga hal-hal yang berbau tentang kenyataan atau masalah-masalah sosial yang terjadi. Pemilihan warna atau desain tidak terlalu dipedulikan selama warna dan desain tersebut dapat dimengerti. Karena tingkat pengelihatan yang sudah mulai berkurang, maka gunakanlah jenis dan ukuran font yang standar, simpel, jelas, dan agak besar agar mudah dibaca.
Contohnya adalah koran. Walaupun terkesan banyak tulisan, namun materi dan gambar yang disajikan di koran adalah kenyataan. Hal ini disukai oleh orang tua karena mereka bisa tetap tahu tentang perkembangan zaman dan hal-hal yang terjadi di sekitar hanya dengan membaca saja.

Jadi kesimpulannya, untuk membuat sebuah desain, kita harus tahu dulu untuk siapa desain tersebut ditargetkan.

Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !
Terinspirasi dari :

Gambar dari :

Penggunaan Desain dan Warna serta Efek Sosial yang Ditimbulkan




Masih membahas tentang desain grafis, pemilihan warna, dan sekitarnya. Kali ini saya akan membahas tentang "penggunaan desain dan warna serta efek sosial yang ditimbulkan".
Sebelumnya saya telah menjelaskan pengertian tentang desain grafis dan warna. Desain dan warna memang saling berhubungan, sebuah desain biasanya disertai dengan warna, begitu pula sebaliknya, karena sebuah desain tanpa warna hanya akan menjadi desain biasa dengan berbagai kekurangan.


Lalu dampak / efek sosial apa yang ditimbulkan?

Contoh, pemilihan sebuah desain dapat membedakan selera dan derajat bagi sebagian orang. Orang yang memiliki banyak uang, biasanya cenderung membeli suatu benda berdasarkan kualitasnya, dan kualitas yang saya maksud disini adalah tingkat keindahan atau desain dari benda tersebut. Misalkan saja sebuah rumah, ruangan, kendaraan, aksesoris, mainan ataupun pakaian dengan desain yang biasa atau sederhana, namun dengan penggunaan warna yang tepat, akan menaikkan harga jual, kualitas dan nilai seni atau keindahan dari barang-barang tersebut. Singkatnya, semakin bagus desainnya,  maka semakin mahal pula harganya.



Contoh lainnya yaitu desain sebuah logo, misalnya ada seseorang yang menggunakan logo atau lambang salah satu klub sepakbola di jaketnya, maka orang lain yang melihatnya akan berpikir bahwa orang itu adalah pendukung dari klub sepakbola tersebut.

Kemudian contoh penggunaan warna. Penggunaan warna yang tepat dapat menimbulkan efek tersendiri, misalnya saja ada sebuah toko mainan anak-anak, namun toko tersebut menggunakan warna hitam yang identik dengan hal mistis dan menyeramkan, maka tidak akan ada anak-anak yang mau masuk ke toko mainan tersebut.

Contoh lainnya lagi adalah sebuah desain mobil yang terlihat sporty, namun karena warnanya terlalu cerah dan banyak perpaduan warna, mobil tersebut justru akan terlihat "norak" dan mengganggu pemandangan, atau bahkan membuat si pemilik dianggap memiliki selera yang buruk. Atau sebaliknya, mobil dengan warna yang terbilang standar, namun memiliki desain yang elegan, maka mobil tersebut dapat terkesan mewah,  dan membuat pemiliknya dianggap orang yang "berada".

Dari beberapa contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan desain dan warna memiliki efek sosial yang bervariasi baik bagi individu maupun kelompok, tergantung dari cara pandang perseorangan. Untuk itu  kita harus lebih teliti dalam memilih sebuah desain dan warna yang akan digunakan, agar desain dan warna yang kita gunakan dapat tersampaikan secara benar dan dapat diterima oleh orang banyak.


Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !


Terinspirasi dari :



Gambar dari :


Friday, November 15, 2013

Panduan dalam Memilih Warna untuk Grafik

Melanjutkan dari dua artikel sebelumnya yaitu tentang bagaimana font dapat diterima oleh masyarakat dan kaitan font dengan GUI, kali ini saya akan membahas tentang panduan dalam pemilihan warna.

https://si0.twimg.com/profile_images/1706098939/LOGO-WARNA-FINAL-vertikal.jpg 
 Apa itu warna ? 
Dalam dunia pelajaran, warna dapat diartikan sebagai sebuah spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya yang sempurna / putih. Sedangkan dalam dunia desain, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda.

Dalam pembuatan sebuah desain grafis, pemilihan warna menjadi sebuah aspek penting yang menentukan keberhasilan suatu media.  Desain Grafis itu sendiri merupakan sebuah karya yang diaplikasikan dalam media tertentu, sehingga harus memiliki daya tarik yang kuat dan disesuaikan dengan materi informasi serta target audiensnya sendiri. Untuk menghindari kasus pemilihan warna yang terkesan asal-asalan atau norak, berikut sedikit panduan dalam pemilihan warna.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan warna :

Satu, Konsep Desain.

Dengan menentukan konsep awal, maka kita bisa memperkirakan penggunaan warna yang sesuai, apakah ingin warna yang cerah, terang, redup, warna-warni, dan lain-lain. Maka terjemahkan dengan baik konsep yang mau diangkat sehingga akan melahirkan keputusan yang tepat, seperti apabila ingin menggunakan tema produk bayi maka gunakanlah warna yang terkesan lembut. 


Dua, Audiens.
Penentuan warna juga harus melihat siapa target audiens kita. Karakter dan selera setiap orang berbeda-beda, baik itu anak kecil, remaja, ataupun dewasa. Maka dari itu kita harus benar-benar mengetahui siapa target audiens kita, karena contohnya saja tidak mungkin kita memilih warna gelap yang identik dengan musik rock sementara audiens kita adalah pecinta musik pop.

Tiga, Kontras.

Setiap warna memiliki kekuatan masing-masing. Penentuan kontras warna yang tepat dapat membantu dalam hal penegasan informasi, dan memudahkan audiens untuk menangkap informasi yang ingin disampaikan. Penentuan kontras warna yang kurang tepat, dapat menimbulkan kebingungan bagi audiens, karena kesulitan untuk membedakan mana yang merupakan informasi tertinggi dan mana yang bukan. Pada informasi yang ingin difokuskan gunakanlah karakter warna yang kuat, sehingga bisa dengan mudah berfokus. Pada level informasi tertinggi diberikan porsi yang paling kuat, dan yang bukan utama diberi kontras yang agak lemah.

Empat, Irama.
Penggunaan warna akan lebih elegan jika mampu membangun irama yang baik disandingkan dengan ilustrasi, tulisan, tata letak, dan pemilihan warna untuk ilustrasi dan huruf. Elemen-elemen tersebut dapat membantu untuk mengoptimalkan sebuah karya desain itu sendiri, dan membuatnya menjadi lebih hidup.

http://blog.binadarma.ac.id/deniboey/wp-content/uploads/2012/10/PW2.jpg




http://bolchalkfrey.files.wordpress.com/2013/08/color.png

Sebaik-baiknya pemilihan warna dalam pembuatan sebuah desain grafis adalah jika desain tersebut dapat menarik perhatian, menyampaikan pesannya secara jelas, dan dapat diterima oleh semua kalangan.



Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !
referensi :

Kaitan Sebuah Font dengan GUI

Sebelumnya saya telah membahas tentang bagaimana sebuah font dapat diterima oleh masyarakat, nah.. kali ini masih akan membahas tentang font, namun sekarang yang akan dibahas adalah tentang kaitan sebuah font dengan GUI.

Apa itu GUI ?
GUI (Graphical User Interface) adalah antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu grafis agar mempermudah para pengguna-nya untuk berinteraksi dengan komputer atau sistem operasi.
 Menu grafis disini maksudnya adalah tampilan yang dihasilkan untuk membuat sistem operasi yang user-friendly atau agar para pengguna merasa nyaman dalam menggunakan komputer atau handphone/smartphone.

Kaitan Font dengan GUI ?
Font dan GUI saling berkaitan satu sama lain. Pemilihan jenis, posisi, dan warna font yang tepat dapat meningkatkan kualitas tampilan dari GUI, dan sebuah font tanpa adanya GUI hanyalah sekedar tulisan biasa.
Jadi keduanya saling berkaitan untuk menciptakan sebuah tampilan yang nyaman dan mudah digunakan oleh user.

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam sebuah GUI :

Satu, pengaturan posisi teks atau tulisan.
Maksudnya adalah gunakan ukuran teks yang sesuai, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, gunakan line spacing yang sesuai pula agar kita merasa nyaman saat membacanya, penggunaan jarak seperti enter ditiap paragrafnya akan memberikan kenyamanan lebih untuk pembaca.

Dua, pahami kebiasaan user.
Maksudnya lebih ke arah gadget seperti handphone/smartphone. Salah satu caranya adalah melakukan riset untuk lebih mengerti tentang user, contohnya Blackberry yang melakukan penelitian bagaimana orang asia mengetik di handphone, maka hasil dari riset mereka adalah penggunaan keypad qwerty di setiap produknya.
Ada pula I-phone dan pruduk ber-OS android dengan teknologi touchscreen-nya, lalu pada OS-nya dimana kita bisa memilih keypad qwerty atau yang model lama, dan juga segala macam tata letak tombol dan tampilan dari masing-masing OS tersebut, itu semua bisa diketahui dengan melakukan riset.
Tiga, pengaturan penempatan iklan.
Maksudnya bukan berarti kita tidak boleh memiliki iklan pada web, namun lebih kepada tentang penempatan dari iklan tersebut.
Perhatikan posisinya jangan sampai mengganggu pengunjung situs, apalagi iklan yang berupa pop-up yang harus kita tutup dahulu iklannya baru kemudian kita dapat membaca artikelnya, karena yang seperti itu hanya memiliki kemungkinan 5% saja orang yang memperhatikan iklannya.
Empat, pengaturan konten.
Maksudnya lebih ke arah tampilan dari situs itu sendiri. Atur posisi dimana artikelnya, judulnya, headernya, iklannya, gambarnya, flashnya dsb, jangan sampai pengunjung merasa tidak nyaman dengan situs kita.
Sekarang pembahasan contoh-contohnya. Yang pertama yaitu pada mesin pencari yang sudah tidak asing lagi bagi kita,yaitu GOOGLE. Menurut saya adalah web yang sangat efektif dalam meletekan kolom pencarian karena letak kotak pencarian yang berada tepat ditengah, kotak tersebut akan langsung tertangkap oleh mata kita tanpa harus susah payah mencarinya. Pada tulisan google, warna font yang digunakan pun cukup menarik dan terkadang akan berubah tampilannya.

 

Yang kedua adalah detikcom, sebuah situs berita aktual, artikel, dan fasilitas online.Menurut saya situs ini memiliki banyak kelebihan dalam hal tampilan, seperti berlebihnya iklan yang ditampilkan, membuat pembaca menjadi kesulitan, kurang fokus, bahkan pusing dan cepat bosan dalam membaca ataupun mencari artikel yang diinginkan. Informasi yang ingin disampaikan-pun menjadi rancu, karena posisi dari iklan-iklan tersebut yang hampir bertebaran di seluruh tampilan situs tersebut, belum lagi warna dan segala jenis font yang berbeda dari iklan tersebut.


Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
 
Saya Fajar,   caw !

referensi :



Thursday, November 14, 2013

Bagaimana sebuah font dapat diterima di masyarakat ?

Apa itu FONT ?
Font merupakan berkas data elektronik yang berisi serangkaian ikon, karakter, ataupun simbol. Meski pada awalnya font merujuk pada suatu bentuk dan ukuran yang tetap, sejak tahun 1990-an, terminologi font umumnya lebih merujuk pada bentuk-bentuk huruf ataupun ikon yang bersifat dinamis yang bisa diperbesar atau diperkecil ukurannya pada saat pencetakan. Jadi intinya menurut saya font itu adalah jenis atau tampilan dari huruf pada komputer. Ilmu yang mempelajari tentang font itu sendiri disebut dengan Tipografi.



Lalu bagaimana sebuah font tersebut dapat diterima oleh masyarakat?
Ada beberapa faktor yang menurut saya punya pengaruh dalam hal "bagaimana sebuah font dapat diterima oleh masyarakat", dan diterima disini maksudnya nyaman untuk dilihat, dibaca, tidak membosankan, atau mungkin malah membangkitkan minat kita untuk membaca. 
Faktor-faktornya, yaitu :

Satu, faktor individu.
Faktor individu yang dimaksud itu adalah jenis kelamin, sifat, hobi, dan lain-lain yang ada hubungannya dengan karakter seseorang. Contohnya seorang laki-laki biasanya cenderung memilih font yang normal, biasa, simple, begitu adanya, yang penting jadi. Sedangkan seorang wanita biasanya cenderung memilih font yang menurutnya "pas", lucu, rapih, atau terkesan "gue banget". Pada akhirnya, semua tergantung selera dan pribadi masing-masing orang.

Dua, faktor keadaan.
Faktor keadaan disini itu maksudnya berlaku untuk orang-orang yang lagi buru-buru, kepepet, sistem kejar semalam, kata teman-teman saya "durasi !", atau apapun itu yang menggambarkan keadaan mengerjakan tugas tapi dikejar dead line. Dalam keadaan seperti ini, orang-orang biasanya tidak terlalu memperhatikan jenis font yang digunakan. Mereka biasanya menggunakan font default seperti Times New Roman, atau mungkin malah memilih posisi font yang paling atas.
Selain keadaan "kepepet" diatas, keadaan lainnya yang berpengaruh terhadap pemilihan font yaitu keadaan atau suasana hati. Jika si penulis sedang merasa senang, biasanya akan memilih font yang terkesan ceria, playful, menyenangkan seperti Gigi, Pristina, Ravie, Jokerman atau mungkin Akbar. Lain halnya jika keadaan hati si penulis sedang jenuh, kesal, sedih, marah, kecewa, dan semua hal gloomy lainnya, biasanya akan menggunakan font yang terkesan seram seperti Chiller, atau mungkin malah tidak mau menulis sama sekali (-_-).

Tiga, faktor kebutuhan.
Maksudnya itu pemilihan jenis font sesuai dengan keperluan. Misalkan untuk penulisan surat resmi, maka penulis akan menggunakan jenis font yang terkesan formal, sopan, tegas, jelas, pokoknya tidak terkesan main-main, contohnya seperti font Times New Roman. Adalagi, untuk penulisan surat undangan pernikahan, biasanya akan menggunakan jenis font yang elok, indah, tulisan sambung, dengan kesan yang memancarkan kebahagiaan, contohnya seperti jenis font script, Brush Script MT, Edwardian Script ITC, Kunstler Script, Palace Script MT, dll.

Empat, faktor Tipografi.
Tipografi atau tatahuruf merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Jadi dalam ilmu tipografi itu sendiri memiliki beberapa pertimbangan dalam hal  mengaplikasian sebuah font kedalam sebuah tulisan, yaitu:
-Size, ukuran dari setiap jenis font itu berbeda. Pilihlah ukuran yang sesuai dengan keinginan dan audience yang ditargetkan.
-Leading, jarak antar baris tulisan. Hindari jarak antar baris terlalu dekat atau terlalu jauh agar tidak sulit dibaca.
-Tracking dan Kerning, mengatur jarak antar huruf. Tracking mengatur dan mengaplikasikan jarak antar huruf yang sama secara general, sedangkan Kerning mengatur jarak antar sepasang karakter saja, sehingga dapat menyesuaikan jarak sesuai kebutuhan dan membuat suatu kelompok karakter terlihat konsisten dalam hal jarak antar hurufnya.
-Measure, Lebar kolom tulisan. Agar pembaca tidak merasa malas dan cepat bosan ketika membaca tulisan yang dibuat, sebab tidak dapat dipungkiri bahwa pembaca malas membaca tulisan yang terlalu panjang.

Sekian tulisan dari saya, seperti biasa, terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan.

Saya Fajar,   caw !

referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tipografi

http://id.wikipedia.org/wiki/Huruf_komputer

http://arditoadi.blogspot.com/2013/11/bagaimana-sebuah-font-dapat-diterima-di.html

http://arsylzone.blogspot.com/2013/11/bagaimana-sebuah-font-dapat-diterima-di.html

http://ikapuchhino.blogspot.com/2013/11/bagaimana-sebuah-font-dapat-diterima.html

Friday, July 12, 2013

Tugas Pengantar Web Science

Alhamdulillah tugas membuat naskah telah kami selesaikan.
Terimakasih kepada Djuneardy Saputra, Ardito Adi Ramadhan, Herlina, dan Ibrahim Ajie yang telah berjuang bersama-sama dalam menyelesaikan tugas pembuatan naskah ini.
Naskah kami ini mengenai software cytoscape, berikut penjelasan singkatnya :

CYTOSCAPE adalah sebuah perangkat lunak open source yang digunakan untuk mengintegrasikan, memvisualisasikan, dan juga menganalisis data dalam konteks jaringan  dan jalur biologis  tersebut dengan penjelasan pro l tampilan gen dan data-data lainya.

Inti dari Cytoscape yaitu menyediakan serangkaian tur dasar untuk integrasi data, analisis dan visualisasi. Fitur tambahan yang tersedia yakni Apps (sebelumnya disebut Plugin).

Aplikasi yang tersedia untuk analisis pro l jaringan dan molekul, layout baru, tambahan dukungan format le, skrip, dan koneksi dengan database serta pencarian di jaringan yang luas. Cytoscape memungkinkan untuk dikembangkan oleh siapa saja yang menggunakan Cytoscape API terbuka berbasis teknologi Java dan pengembangan App Comunity (Komunitas App) justru semakin menarik. Sebagian besar Apps tersedia secara bebas dari Cytoscape App Store.


Sesuai dengan permintaan Pak Made ,
 
berikut link BAB2, 3, 4 kami :

extensi .lyx 
Bab 2
Bab 3
Bab 4

extensi .pdf
Bab 2
Bab 3
Bab 4

 Sekian dan Terimakasih, semoga bermanfaat khususnya bagi yang ingin mempelajari software ini.